Minggu, 30 Mei 2010

Instalasi Debian dari USB

Instalasi Debian dari USB

Dokumentasi ini dibuat saat saya ingin menginstall distribusi kesayangan Debian GNU/Linux ke sebuah netbook murah, accer aspire one. Saya pikir sekarang sudah saatnya menghindari melakukan proses instalasi menggunakan keping CD/DVD, untuk mengurangi dampak bahaya lingkungan yang diakibatkan oleh sampah CD/DVD--sebuah statement sok tahu yang tidak didukung data yang benar.
Lagi pula menginstal sistem operasi menggunakan media harddisk atau USB flaskdisk lebih cepat dan mempunyai tingkat kesuksesan yang lebih bagus daripada menggunakan CD/DVD.
Asumsi untuk melakukan langkah-langkah ini adalah,
• Kita bekerja menggunakan sistem operasi GNU/Linux yang sudah berjalan, dalam hal ini saya menggunakan distribusi Debian Lenny.
• Sudah terinstall paket syslinux dan syslinux-common.
• Sudah terinstall program fdisk dan rsync.
• Menggunakan hak akses 'root'.
• Direktori sumber adalah /tmp/source, dan direktori tujuan adalah /tmp/target.
Membuat Salinan Instalasi Server dengan Fungsi Sama
Beberapa hari ini saya harus menginstall beberapa server dengan fungsi khusus, seperti server printer dan server fax. Alih-alih menginstall masing-masing server menggunakan media installer standar kemudian menyetel satu persatu. Saya menginstall satu mesin, menyetel dengan benar sistem di mesin tersebut. Setelah itu menyalin sistem secara keseluruhan pada komputer-komputer lainnya. Dan terakhir menyetel kebutuhan khusus masing-masing server.
Metode instalasi yang dijelaskan disini, adalah rangkuman hasil catatan setelah melakukan instalasi. Bukan didokumentasikan saat instalasi. Akan sangat memungkinkan terdapat kekeliruan penulisan perintah dan lain sebagainya. Koreksi dan usulan sangat terbuka dari para penerap dan pengguna GNU/Linux secara umum.
Meski tulisan ini berbasis distribusi Debian, tapi saya sangat yakin bisa diterapkan untuk distribusi lainnya.
Cara seperti ini sebenarnya mirip dengan cara diterapkan pada distribusi-distribusi yang diinstall dari live-cd
Definit Integral Metode Monte Carlo
Hari ini mendapat email dari seorang mahasiswa, begini bunyinya:
Bapak salaman sya mau bertanya. ini saya attach. sebelumnya terimaksih banyak ya bapak
Dan isi file attachment dalam format "doc" adalah:
bapak, saya mau menanya bagaimana skrip untuk perhitungan metode monte carlo dengan cara membangkitkan bilangan acak.
Dalam integral monte carlo ada rumus begini :

Dengan N = banyaknya data yang dibangkitkan.
Algoritmanya begini mas :
1. bangkitkan data dalam interval a sampai b
2. masukkan nilainya ke dalam fungsi g(x) lalu jumlahkan nilainya
3. hitung rata-rata lalu kalikan dengan (b-a) sebagai taksiran nilai integral yang dicari.

Misal ada soal begini :
bagaimana cara menyelesaikan dengan script python dengan integral monte carlo....? mohon saya diberi contoh skripnya ya bapak

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak atas kebaikan bapak
Entah iseng atau kurang kerjaan, saya jawab pertanyaan ini. Berikut jawaban saya:
Berikut ini skrip yang dimaksud. Saya buat secara cepat dengan menggali ingatan hampir 14 tahun yang lalu. Tidak ada upaya optimasi apapun, hanya menerjemakan algoritma "monte carlo" yang berbasis bilangan acak. Dan perlu diingat bilangan acak ini, karena dibuat oleh komputer sifatnyat tidak benar-benar acak. Sering disebut "quasi random".
#!/usr/bin/python
from math import *
from random import *

# ubah fungsi ini.
def equation(x):
return x*x

def genrand(a,b,n):
step = (b-a)/n
pairs = []
l = a
while (l x = uniform(a,b)
pairs.append([x, equation(x)])
l = l + step
return pairs

def calculate(a,b,n):
pairs = genrand(a,b,n)
points = len(pairs)
y = 0
for x in pairs:
y = y + x[1]
avg = y/points
bmina = b - a
return bmina*avg

a = 2.0
b = 8.0
n = 1000
print ""
print "a = %s, b = %s, n= %s" % (a,b,n)
print "Definit integral: %s" % calculate(a, b, n)
print 40*"-"
print "notes: change equation() definition"
print ""
Gunakan dengan bijak dan tidak ada pernyataan apapun. Resiko apapun ditanggung pengguna. *LOL*
Langkah Pertama Menguasai Smarty
Apa sih sebenarnya Smarty? Penjelasan pendeknya, Smarty adalah library PHP untuk mengolah tampilan berbasis web dari sebuah cetakan tampilan dan data dari skrip PHP.
Sistem template ini sangat penting dalam pekerjaan menampilkan halaman web dinamis. Pekerjaan mengkreasi tampilan dan logika pemrograman secara mudah dipisahkan. Sehingga tingkat kebergantungan akan dikurangi.
Cara kerja sistem template pernah saya tulis di disini, atau disini. Dalam tulisan ini saya akan membahas sistem templating yang lebih rumit dan lengkap.
Asumsi:
• Sistem operasi Debian GNU/Linux 5.0 "Lenni",
• PHP 5.2.6,
• Smarty 2.6.26, bisa didapatkan dari URI ini,
• Konfigurasi Apache 2.2.9 standar bawaan Debian,
• Mampu menggunakan perintah baris di GNU/Linux.
Siapkan direktori kerja di bawah struktur direktory Apache, yaitu /var/www. Karena otoritas membuat file/direktori dalam direktori ini adalah user "root" maka kita harus mengubah efektif id kita menjadi root dengan perintah,
salman@neon:~$ su -
Password:
neon:~#
Perhatikan perintah di atas. Username yang digunakan sebelumnya adalah "salman" setelah perintah "su -", user menjadi "root". Sesuaikan dengan username yang Anda gunakan. Saatnya membuat struktur direktori kerja.
neon:~# mkdir -p /var/www/smarty/{templates,templates_c,cache,configs}
neon:~# chown -R salman:salman /var/www/smarty/
neon:~# chown www-data:www-data /var/www/smarty/{templates_c,cache}
Download file Smarty dari URI yang telah ditunjukkan di atas. Kemudian uraikan file tersebut.
salman@neon:~$ tar -xzvf Smarty-2.6.26.tar.gz
salman@neon:~$ mv Smarty-2.6.26/libs/ /var/www/smarty
Struktur direktori akan nampak seperti ini,
/var/www/smarty
|-- cache
|-- configs
|-- libs
| |-- internals
| `-- plugins
|-- templates
`-- templates_c
Kita akan membuat sebuah halaman sederhana untuk menampilkan pesan yang sangat terkenal, "Hello World". Siapkan template untuk ditampilkan.

salman@neon:~$ cd /var/www/smarty
salman@neon:/var/www/smarty$ vi templates/index.tpl
Isi file adalah,


{$isi}


Setelah itu siapkan skrip yang akan menggunakan template ini.
salman@neon:/var/www/smarty$ vi index.php
Isi file,
require libs/Smarty.class.php;

$smarty = new Smarty;
$smarty->assign("isi","Hello World.");
$smarty->display(index.tpl);
?>
Setelah itu akses file index.php menggunakan web browser. Isikan pada address bar browser. http://localhost/smarty/.
E.O.T
Info Sekilas Filesystem FAT32
Berikut info yang saya dapat dari url:
• Limitations of the FAT32 File System in Windows XP
• File Allocation Table
Berikut ringkasannya:
• Ukuran kluster tidak bisa lebih besar atau sama dengan 64KB. Beberapa program akan sangat bermasalah dengan ukuran lebih besar dari batas ini.
• Jumlah kluster maksimum adalah 268,435,445. Jika tiap kluster maksimal memuat 32KB maka jumlah seluruhnya adalah sekitar 8TB.
• Boot sector menggunakan 32bit untuk menyimpan jumlah sektor, sehingga ukuran maksimal adalah 2TB pada harddisk dengan ukuran 512Byte/sektor. (2^32*512Byte = 2TB).
• Tools di Windows XP/Windows 2K tidak mampu membuat fileystem FAT32 dengan ukuran lebih besar dari 32GB. Akan tetapi bisa mengakses filesystem lebih besar dari itu.
• Kita tidak bisa membuat file dengan ukuran lebih besar dari 4GB-1Byte dalam sebuah partisi FAT32.
Bila mempunyai harddisk eksternal dengan ukuran besar (>60GB) dan ingin menggunakan hanya satu partisi dengan filesystem FAT32. Gunakan tools di sistem operasi GNU/Linux.
neon:~# mkfs.vfat -n RAISING -c -v -m bootmsg.txt /dev/sdb1
mkfs.vfat 3.0.1 (23 Nov 2008)
Auto-selecting FAT32 for large filesystem
/dev/sdb1 has 255 heads and 63 sectors per track,
logical sector size is 512,
using 0xf8 media descriptor, with 156296322 sectors;
file system has 2 32-bit FATs and 32 sectors per cluster.
FAT size is 38140 sectors, and provides 4881875 clusters.
Volume ID is 65e9d871, volume label RAISING .















Hasil filesystem yang dibuat dengan perintah di atas. Ukuran klusternya 32*512Byte=16kByte.
Selesai
E.O.T

Jumat, 28 Mei 2010

LANGKAH – LANGKAH INSTALASI LINUX DEBIAN 4 BERBASIS GUI

LANGKAH – LANGKAH INSTALASI
LINUX DEBIAN 4 BERBASIS GUI

1. Masuk BIOS dengan menekan tombol Delete / F2 sesuai dengan jenis BIOS anda
2. Pastikan Harddisk dan CD-ROM sudah terdeteksi
3. Rubah urutan booting yang pertama menjadi CD-ROM
4. Masukkan CD installer Debian yang pertama
5. Simpan dan keluar dari BIOS dengan menekan tombol F10, lalu pilih Y (enter)
6. Tunggu beberapa saaat sampai muncul tampilan seperti dibawah ini
7. Untuk menginstall dalam mode GUI, ketikkan installgui (huruf kecil tanpa spasi)

8. Setelah itu akan muncul untuk pemilihan bahasa instalasi. Biarkan default
(English), lalu klik continue

9. Kemudian anda akan diminta memilih bahasa dari Negara mana, biarkan default
(United States), kemudian klik continue

10. Pemilihan Keyboard biarkan default (American English) lalu klik continue

11. Selanjutnya sistem akan mendeteksi CD-ROM dan melakukan mounting
Tahap berikutnya adalah `load installer components from CD-ROM` yang juga
dilakukan oleh sistem secara otomatis

Jika sistem tidak terkoneksi dalam jaringan DHCP maka konfigurasi network
akan gagal sehingga harus dilakukan secara manual.
12. Kemudian lakukan konfigurasi jaringan secara manual dengan memilih opsi
`configure network manually`

13. Masukkan IP address yang akan digunakan oleh host debian etch pada jendela
dialog berikut. kami menggunakan IP address 192.168.1.1

14. Kami menggunakan netmask 255.255.255.0 pada jendela dialog netmask

15. Kemudian di jendela dialog gateway, isi dengan alamat gateway yang digunakan.
Kami menggunakan 192.168.1.1

16. Masukkan IP server pada opsi `Name server addresses` kemudian klik continue
untuk melangkah ke proses selanjutnya.

17. Tahap berikutnya adalah pengisian hostname yang akan digunakan pada sistem
debian etch. Penulis menggunakan `vq` sebagai hostname

18. Untuk `domain name`, penulis menggunakan `smkdlg.edu `

19. Tahap berikutnya adalah proses partisi yang akan digunakan untuk instalasi
debian etch. Pilih opsi `Manual` untuk melakukan partisi hardisk secara manual.

20. Kemudian sorot hardisk yang akan di partisi atau memilih partisi yang telah
disiapkan untuk linux. kemudian klik Continue untuk melangkah ke proses
berikutnya.

21. Selanjutnya pilih yes pada Create new empty partition table on disk device

22. Sorot partisi yang akan digunakan kemudian klik continue

23. Pilih Create New Partition lalu klik continue

24. Masukkan ukuran partisi yang digunakan sebagai root kemudian klik continue


25. Pilih Primary, kemudian continue

26. Pilih Beginning, kemudian klik continue

27. Partisi Untuk root telah selesai, klik Done Settting up the partition

28. Selanjutnya kita akan membuat parisi untuk swap. Klik drive yang akan di partisi
kemudian klik continue.

29. masukkan kapasitas yang digunakan sebagai swap. Disini kami menggunakan
memory 128MB jadi kami memasukkan 256MB sebagai swap memory.kemudian klik continue

30. Pada partition settings, klik ganda `use as` sampai seluruh opsi partisi muncul
kemudian pilih jenis `swap area`.

31. Klik ganda opsi `done setting up the partition` kemudian klik Continue untuk
melangkah ke proses berikutnya

32. Tahap berikutnya adalah pembuatan partisi untuk home directory. Klik drive
yang belum di partisi kemudian klik continue

33. Masukkan kapasitas untuk directory /home, kemudian klik continue.

34. Klik ganda opsi `finish partitioning and writes changes to disk`

35. Pada jendela dialog berikutnya, pilih opsi `Yes` kemudian klik continue untuk
mengakhiri proses pembuatan partisi linux.

36. Tahap berikutnya adalah konfigurasi zona waktu. Biarkan default lalu klik
Continue

37. Pada jendela dialog berikutnya, isi dengan password user root yang akan
digunakan pada sistem debian. Klik continue untuk melangkah ke proses
berikutnya.

38. Kemudian isi dengan nama lengkap dari user yang akan digunakan pada sistem
debian etch. Klik continue untuk melanjutkan proses instalasi ke tahap
berikutnya.

39. Jendela dialog berikutnya adalah nama user yang akan login ke sistem debian
etch. Klik continue untuk melangkah ke tahap berikutnya.

40. Isi dengan password dari user yang anda gunakan pada jendela dialog
sebelumnya.

41. Berikut merupakan proses instalasi base system dari debian etch.

42. Untuk `use a network mirror`, pilih opsi `No` kemudian klik continue untuk
melanjutkan proses instalasi.

43. Jendela dialog berikutnya adalah `configuring popularity-contest`. Pilih opsi `No`
kemudian klik continue untuk melangkah ke proses berikutnya.


44. Berikut paket-paket software debian etch yang akan diinstal pada komputer
penulis. Anda dapat memilih paket software tertentu sesuai dengan kebutuhan.

45. Jendela dialog berikut digunakan untuk workgroup/domain name yang akan
ditampilkan di seluruh komputer klien oleh server samba. Penulis menggunakan
`iardlab`, kemudian klik continue untuk melangkah ke proses berikutnya.

46. Tahap berikutnya merupakan opsi jika host atau komputer yang digunakan
terkoneksi ke DHCP server. DHCP server akan menyediakan informasi tentang
WINS server (NetBIOS name servers). Penulis menggunakan opsi `no` karena
komputer yang digunakan diset secara manual dan tidak terkoneksi ke DHCP
server.

47. Berikut proses instalasi paket software pada sistem debian etch yang penulis
gunakan.

48. Kemudian pilih resolusi screen yang didukung oleh komputer anda. Penulis
menggunakan 1024x768.

49. Proses berikutnya adalah instalasi boot loader, penulis menggunakan GRUB boot
loader karena selera dan kebiasaan. Langsung klik continue
50. Jendela dialog berikutnya merupakan informasi bahwa instalasi debian etch telah
selesai. Klik continue untuk mengakhiri proses instalasi secara keseluruhan.

51. Berikut tampilan login prompt sistem debian etch yang telah terinstal dengan
sempurna ke komputer yang penulis gunakan.